Jakarta, CNN Indonesia — Selama ini testosteron identik dengan kesuburan dan kemampuan seksual pria. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya keliru karena hormon tersebut berperan penting dalam pembentukan sperma. Namun, fungsinya ternyata jauh lebih luas.
Dokter spesialis andrologi di Eka Hospital BSD dan Eka Hospital Grand Family, Christian Christoper Sunnu, mengingatkan bahwa hormon testosteron tidak hanya berperan dalam kesehatan reproduksi pria. Hormon ini juga berpengaruh besar terhadap kondisi fisik, mental, hingga produktivitas sehari-hari.

“Kadar testosteron yang seimbang tidak hanya penting untuk fungsi reproduksi, tetapi juga memengaruhi suasana hati, energi, kemampuan berpikir, hingga performa seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Sunnu dalam keterangannya.

Artinya, ketika kadar testosteron menurun, dampaknya bukan hanya dirasakan di kamar tidur. Kondisi ini juga bisa memengaruhi hubungan dengan pasangan, keluarga, hingga produktivitas di tempat kerja.

Peran testosteron bagi tubuh pria
Testosteron merupakan hormon utama yang berperan dalam perkembangan karakteristik seksual pria, seperti pertumbuhan rambut di wajah, pembentukan otot, hingga perkembangan organ reproduksi.

Selain itu, hormon ini juga memiliki sejumlah fungsi penting lainnya yakni sebagai berikut:

1. Menjaga performa seksual
Testosteron membantu mempertahankan gairah seksual sekaligus berperan dalam proses pembentukan sperma di testis. Kadar testosteron yang optimal berhubungan dengan kualitas dan kuantitas sperma, sehingga berpengaruh terhadap tingkat kesuburan pria.

2. Menjaga energi dan stamina
Sejumlah penelitian menunjukkan pria dengan kadar testosteron rendah cenderung lebih mudah lelah dan kehilangan semangat beraktivitas. Hormon ini berperan menjaga energi sehingga tubuh tetap bugar untuk menjalani rutinitas harian.

3. Membantu menjaga suasana hati
Tak banyak yang menyadari bahwa testosteron juga berkaitan dengan kesehatan mental. Pria dengan kadar testosteron rendah diketahui lebih rentan mengalami perubahan suasana hati, mudah tersinggung, kelelahan, hingga depresi.

Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan, keluarga, maupun rekan kerja.

4. Mendukung fungsi kognitif
Testosteron juga berkontribusi terhadap kemampuan berpikir. Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara kadar testosteron yang sehat dengan memori verbal, kecepatan berpikir, hingga kemampuan spasial.

5. Meningkatkan performa kerja
Kombinasi energi yang baik, suasana hati yang stabil, dan kemampuan berpikir yang optimal membuat pria lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.

6. Mendorong gaya hidup aktif
Testosteron juga memengaruhi rasa percaya diri, motivasi, dan semangat berkompetisi. Karena itu, hormon ini ikut berperan dalam mendorong seseorang tetap aktif berolahraga maupun menjalani aktivitas fisik lainnya.

Jika dibiarkan, risiko penyakit jantung dan stroke pun dapat meningkat. Selain itu, pria dengan testosteron rendah dapat mengalami berbagai keluhan, antara lain:

• perubahan suasana hati atau mood swing
• mudah stres atau depresi
• gairah seksual menurun
• disfungsi ereksi
• massa otot berkurang dan lemak tubuh meningkat
• sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
• kelelahan kronis
• performa kerja menurun
• rambut menipis atau rontok
• kepadatan tulang menurun
• sulit tidur atau insomnia.

Cara mengatasi testosteron rendah
Apabila mengalami gejala yang mengarah pada testosteron rendah, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi ke dokter. Diagnosis umumnya ditegakkan melalui pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon testosteron.

Jika memang diperlukan, dokter dapat merujuk pasien ke dokter spesialis andrologi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Beberapa terapi yang dapat diberikan antara lain Testosterone Replacement Therapy (TRT) atau terapi penggantian testosteron.

Terapi ini menggunakan testosteron buatan yang tersedia dalam berbagai bentuk, seperti suntikan, gel atau krim, skin patch, tablet, hingga pelet yang ditanam di bawah kulit. Selain TRT, dokter juga dapat memberikan obat hormonal tertentu, seperti clomiphene citrate, yang pada beberapa penelitian terbukti mampu meningkatkan produksi testosteron dan jumlah sperma pada pria.

Baca artikel CNN Indonesia “Testosteron Rendah Bisa Ganggu Fokus hingga Performa Kerja” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260729054622-255-1385947/testosteron-rendah-bisa-ganggu-fokus-hingga-performa-kerja.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *